CHAT Via WhatsApp

artikel

diposkan pada : 28-12-2020 15:18:55

Laser lebih presisi dibanding alat bedah tradisional, namun demikian sedikit lebih sakit dan juga meninggalkan bekas.

Pemanfaatan sinar laser untuk pengobatan sudah bukan rahasia medis dan sudah lama diterapkan.

Bisa untuk menyembuhkan nyeri, menghilangkan jerawat, menangani rambut rontok, batu ginjal, serta kanker.

Pengobatan dengan cara ini menggunakan cahaya yang kuat untuk memotong, membakar, dan menghancurkan jaringan abnormal di tubuh.

Terapi laser menimbulkan reaksi biokimia dalam jaringan tubuh untuk perbaikan sel, meningkatkan sirkulasi darah, serta mengurangi reaksi peradangan dan pembengkakan.

Energi dari sinar laser menstimulasi sel yang rusak agar menghasilkan zat adenosine triphosphate (ATP) yang kemudian dimanfaatkan untuk mempertahankan fungsi normal dan meningkatkan perbaikan sel.

Berbeda jenis laser berbeda juga fungsinya. Contohnya, laser karbon dioksida digunakan untuk kanker kulit karena fungsinya yang melakukan pemotongan dangkal.

Laser argon pun juga melakukan pemotongan dangkal dan dipakai untuk mengaktifkan obat photosensitizing dalam terapi fotodinamik.

Jenis pengobatan kanker ini menggabungkan cahaya dengan pengobatan kemoterapi untuk membunuh lebih banyak sel kanker.

Laser Nd:YAG (neodymium-doped yttrium aluminium garnet) digunakan dalam termoterapi interstitial yang diinduksi laser, sejenis perawatan kanker.

Laser jenis ini berkemampuan untuk mencapai lapisan jaringan tubuh yang lebih dalam.

Selain itu, ia juga dapat digunakan untuk mengatasi kelainan pembuluh darah seperti varises dan hemangioma.

Laser terapi tingkat rendah (LLLT), atau disebut juga sebagai terapi laser dingin memiliki panjang gelombang antara 600 dan 980 nanometer, digunakan dalam operasi kecil dan mendorong regenerasi jaringan.

Ada program yang menawarkan LLLT sebagai bantuan untuk berhenti merokok, tetapi sedikit bukti yang mendukung penggunaannya untuk tujuan ini.

Risiko dan Manfaat Pengobatan dengan Sinar Laser

Sama seperti pengobatan lainnya, terapi laser pun memiliki efek sampingnya.

Contohnya adalah perdarahan, infeksi, rasa sakit, meninggalkan bekas luka, bahkan perubahan warna kulit.

Efek-efek sampingnya ini tidaklah permanen, jadi sesi terapi laser mungkin perlu dilakukan secara berkala.

Namun, keunggulan dari pengobatan sinar laser adalah tingkat presisinya dibandingkan alat-alat bedah tradisional sehingga luka pada tubuh tidak terlalu dalam.

Ini menyebabkan lebih sedikit kerusakan pada jaringan.

Operasi laser biasanya lebih pendek dari operasi tradisional dan bisa dilakukan secara rawat jalan sehingga tak perlu datang ke rumah sakit.

Orang yang melakukan pengobatan dengan laser pun cenderung lebih cepat sembuh walau rasanya sedikit lebih sakit, terjadi pembengkakan, dan meninggalkan bekas.

Biaya Pengobatan dengan Sinar Laser

Tak semua orang bisa mengakses perawatan dengan sinar laser karena biaya yang terbilang tinggi.

Operasi mata, misalnya, menelan biaya mulai dari $ 600 hingga $ 8.000. Sedangkan untuk perawatan kulit berkisar dari $ 200 hingga lebih dari $ 3.400, menurut University of Michigan Cosmetic Dermatology & Laser Center.